Memahami manusia tidak semudah membaca satu buku. Buku yang habis di halaman terakhir. Dipenuhi kata dan kalimat dengan makna yang kita tangkap lewat bahasa yang kita pahami. Manusia adalah halaman-halaman tak berujung. Konflik dan plot tak terduga, karakter yang tak pernah habis bahasannya.
Pergerakan antar manusia mengantarkan persentuhan dan gesekan. Terdapat jutaan cara dan rasa bersilangan satu sama lain. Kadang menggesek hati dan melukai perasaan. Timbul dugaan dan prasangka, gunjingan serta keluh kesah. Pun menghadapi makhluk satu bernama manusia akan selalu mengajak kita berkelana. Jauh menuju kedalaman hidup jika dan hanya jika kita mau memikirkannya sejenak.
Mereka tak memahamiku, begitu kata kita.
Mereka tak mau mendengarkan penjelasan yang sudah kukatakan.
Mereka menganggapku begini dan begitu.
Kita pun disibukkan memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang kita. Melelahkan bukan?
Dunia ini tidak hitam putih. Tentu saja tidak tersusun dari dua kutub semata. Bukan pula hanya berisi bilangan biner satu dan nol saja.
