Friday, 13 March 2015

Menyaring buih

Diantara ingatan samar yang dipenuhi karat, seorang guru berkisah tentang suatu masa. Saat umat dengan predikat gemilang menjadi manusia-manusia tanpa arah. Kehilangan kompas dalam meniti labirin kehidupan. Kupikir masa itu telah tiba. 
Diantara ribuan video blog, serial, musik, video jebakan dan guyonan (prank), ada alternatif inspirasi lain yang bikin saya betah di berlama-lama mengubek-ubek situs youtube. Ada Dr. Zakir Naik, Nouman Ali Khan, The Deen Show yang mewarnai arus informasi online dengan inspirasi agar manusia di tempat lain bisa mengambil hikmah. 

Tapi jauh lebih menarik lagi adalah gerak pemuda muslim di wilayah ketika Islam menjadi asing dan tak dikenal. Let me show you something.

Berkenalanlah dengan Karim, pemuda keturunan Mesir ini membuat beberapa video menarik di antara video pendeknya yang aneh, he3. Dia mewawancarai warga New York tentang  beberapa isu seperti Muslim (keyword: New York on Muslim) dan Hijab (keyword: New York on Hijab). Menarik sekali. Karim bahkan membuat video perbandingan antara gadis berhijab dan tidak berhijab diperlakukan ketika berjalan di New York (10 hour of walking in NYC as a woman in Hijab). Sekian juta penonton video itu mungkin akan mendapatkan sudut pandang baru memandang Islam dan muslim. Bahkan, beberapa hari yang lalu abang Karim ini membuat satu eksperimen dengan menutup mata dan memasang poster "I am a muslim and I trust you, are you trust me enough to hug me?". Heartwarming banget deh.

Monday, 25 August 2014

LUPA

Rasanya aku sudah lupa, bagaimana menulis bisa menyembuhkan luka
membekukan kesedihan dalam kotak kemuraman,
menandainya sebagai bagian dari sebuah perjalanan,
untuk kemudian mengambil harapan dan menatap ke depan

Sepertinya aku sudah tak ingat, bagaimana kata menyalakan tawa
menggenggam erat kisah suka dalam kotak kenangan,
menyatukannya sebagai pengingat atas kebahagiaan,
untuk sekedar menggeleng lagi karena polah tak terduga yang mulai hilang dari ingatan,

Saatnya merangkai kata lagi,
menandai titik-titik hidup dalam lembaran hari.

25.08.2014
afatsa
-----------------------------------------------------
Mari menulis blog lagi!

Tuesday, 4 June 2013

Oase Dari Seorang Tukang Becak

Sudah beberapa kali aku melihat lelaki tua itu. Menurutku ia sudah terlalu tua untuk bekerja sebagai tukang becak. Entah kenapa, tapi ia menarik perhatianku saat dhuhur tiba. Becak miliknya menjadi anomali di antara jajaran mobil yang terparkir di depan masjid tempat sholat berjamaah para pegawai kantor sekitar. Dengan segala kesederhanaannya becak itu diparkir di bawah pohon tepat di depan pintu masjid khusus perempuan.

Tak bosan aku mengamatinya membawa sarung dan peci menuju tempat wudhu. Di lain hari aku baru memperhatikannya setelah ia selesai sholat dan bersiap kembali mencari penumpang. Dalam dekapan terik kota pahlawan, aku serasa menemukan oase.