sebelum pagi memecahkan cahaya merahnya, ada keriuhan angin sejuk pagi dihirupnya.
lewat sujud sujud tak lama yang ia pupuskan, digantungkannya doa panjang. barisan harapan tentang kekasihnya.
kekasih yang memimpinnya takbir, mengakui seluas dan sesempit rasa adalah sebenar-benar bukan kuasa manusia. kekasih yang menuntunya ruku', menunduk mengaku segala pemberian dan ujian adalah kebaikan yang diterima penuh bahagia. kekasih yang memandunya sujud, bersyukur dan meminta kelapangan sabar atas perjalanan kehidupan.
kepada kekasihnya, dihadiahkan beberapa baris doa sederhana.
agar langkahnya diberkahi, sebab keberkahan adalah hadiah terbaik yang ingin diterimanya saat kekasihnya pulang tiap hari.
agar berdaya saat diuji, sebab saling menguatkan adalah tanggung jawab masing-masing yang harus dimohonkan kepada pemberi ujian.
agar teguh saat bimbang menghampiri, sebab keputusan adalah penentuan dari banyaknya pilihan.
dunia semakin sesak dengan godaan, tak lupa ia hadiahkan doa. agar ia dan kekasihnya tak silau pada kerlipnya. agar hati mereka terpaut pada kehidupan yang dijanjikan setelah menghilang yang fana.
afatsa
24.10.2016
Monday, 24 October 2016
Saturday, 10 September 2016
lintasan kata
larilah pada kata,
mereka akan meredam rasa
amarah, dusta, atau prasangka
larilah pada kata,
kejujuranmu aman kau titipkan
lewat bait sajak dan kiasan
kau bisa sembunyikan gundah rasa
larilah pada kata,
pasangkan saja kertas dan pena
boleh jarimu dan tuts hitam atau layar sentuhan
lalu percayakan saja isi hati dan kepala
larilah pada kata,
biarkan pikiranmu mengalir, mengendap, dan terkenang selamanya
afatsa
10.09.2016
mereka akan meredam rasa
amarah, dusta, atau prasangka
larilah pada kata,
kejujuranmu aman kau titipkan
lewat bait sajak dan kiasan
kau bisa sembunyikan gundah rasa
larilah pada kata,
pasangkan saja kertas dan pena
boleh jarimu dan tuts hitam atau layar sentuhan
lalu percayakan saja isi hati dan kepala
larilah pada kata,
biarkan pikiranmu mengalir, mengendap, dan terkenang selamanya
afatsa
10.09.2016
Thursday, 8 September 2016
Perangkap
aku terjebak bersamamu. pria yang belum merdeka dari masa lalu. berbicara tentang masa depan, sementara sesekali tak lupa melirik ke belakang.
aku terperangkap senyummu. tempat nyaman yang masih ditumbuhi benalu. penuh sulur rindu yang mendiktekan tawamu. jujur tersimpan lewat sejumput rasa ingin tahu.
aku berperang lawan perempuan satu. hanya satu. tapi itu saja membuatku lelah bertanya, sungguhkah kau mencintaiku. sementara binar matamu kadang menyinarkan lawan sepadan. seribu pasukan bayangan bersenjata kenangan.
aku ingin merdeka. sebesar inginmu belajar menerima. aku sanggup jumawa, mencintaimu lebih dari dia.
afatsa
08.09.2016
aku terperangkap senyummu. tempat nyaman yang masih ditumbuhi benalu. penuh sulur rindu yang mendiktekan tawamu. jujur tersimpan lewat sejumput rasa ingin tahu.
aku berperang lawan perempuan satu. hanya satu. tapi itu saja membuatku lelah bertanya, sungguhkah kau mencintaiku. sementara binar matamu kadang menyinarkan lawan sepadan. seribu pasukan bayangan bersenjata kenangan.
aku ingin merdeka. sebesar inginmu belajar menerima. aku sanggup jumawa, mencintaimu lebih dari dia.
afatsa
08.09.2016
Subscribe to:
Posts (Atom)